Kamis, 09 April 2020

Belajar di Rumah , Jumat 10 April 2020



Belajar di Rumah Kelas , 8C dan 8D, 11 April 2020


ANTOLOGI PANTUN

Wabah corona masih menjadi fenomena. Akibatnya, belajar di rumah diperpanjang. Di tengah suasana ini, banyak bermunculan pantun di media sosial. Isi pantun sebagain besar curahan hati (curhat) tentang rasa bosan, beratnya tugas beajar  di rumah, kangen kawan, kangen jalan-jalan atau kangen sekolah. Namun begitu rasa syukur tak boleh dilupakan. Allah masih berikan kesempatan untuk belajar dan berkumpul dengan keluarga.

Nah, sebagai pelaku pembelajaran di rumah, yuk jadilah pelaku sejarah.
Kita buat antologi pantun  alias buku kumpulan pantun.

Perhatikan contoh pantun  3 bait berikut !

Warna warni warna pelangi
Indah cemerlang penuh pesona
Negeriku yang dulu berseri
Kini berduka karena corona


Makan sayur dan makan buah
Buah dibeli di pasar baru
Sungguh asyik belajar di rumah
Bebas dari tegur marah guru


Pergi ke Magelang lewat Turi
Turi penghasil buah salak
Belajar on-line berhari-hari
Rasanya bosan ingin teriak


Kalian ingat kan rumus  pantun?
1. Satu bait terdiri dari dari 4 baris
2. Tiap baris terdiri dari 4-5 kata atau 8-12 suku kata
3. Bersajak ABAB
4. Baris 1 dan 2 sampiran, baris 3-4 merupakan is

Perhatikan ketentuan menyusun antologi

1. Pantun akan dibuat antologi bersama karya  kelas 9a, 9b, 9c, dan 9d.
2. Setiap siswa menyusun 3 bait pantun
3. Pantun sesuai dengan rumus yang ditentukan
4. Isi pantun berkaitan dengan  wabah corona
5. Isi harus sopan dan bermanfaat
6. Gunakan bahasa yang baik dan benar.
7. Pantun harus asli bukan contekan atau plagiat.

Gini hari masih nyontek ? Malu sama Allah, orang tua, dan si doi..

Pantun diketik dan dikirim ke email saraswatinelly.ali @gmail.com
dengan subjek   Pantun Corona _Nama_Kelas
Contoh :  Pantun Corona__Insan Persada_9C

Ditunggu paling lambat Sabtu, 11 April 2020 pukul 19.00.

Yuuuk....ditunggu. Jangan sampai kalian menyesal. Sangat rugi,  berhari-hari di rumah  tanpa karya. Torehkan karya selagi sehat dan sempat.

Man jadda wa jadda...

Rabu, 08 April 2020

Belajar di Rumah Kelas ,9A, 9B, 9C, 9D Kamis 9 April 2020

Belajar di Rumah Kelas , 9B, 9C, 9D Kamis, 9 April 2020

Materi ini ditujukan kelas 9a, 9b, 9c, dan 9d

ANTOLOGI PANTUN

Wabah corona masih menjadi fenomena. Akibatnya, belajar di rumah diperpanjang. Di tengah suasana ini, banyak bermunculan pantun di media sosial. Isi pantun sebagain besar curahan hati (curhat) tentang rasa bosan, beratnya tugas beajar  di rumah, kangen kawan, kangen jalan-jalan atau kangen sekolah. Namun begitu rasa syukur tak boleh dilupakan. Allah masih berikan kesempatan untuk belajar dan berkumpul dengan keluarga.

Nah, sebagai pelaku pembelajaran di rumah, yuk jadilah pelaku sejarah.
Kita buat antologi pantun  bersama-sama kelas 9A, 9B, 9C, dan 9D.

Perhatikan contoh pantun  3 bait berikut !

Warna warni warna pelangi
Indah cemerlang penuh pesona
Negeriku yang dulu berseri
Kini berduka karena corona


Makan sayur dan makan buah
Buah dibeli di pasar baru
Sungguh asyik belajar di rumah
Bebas dari tegur marah guru


Pergi ke Magelang lewat Turi
Turi penghasil buah salak
Belajar on-line berhari-hari
Rasanya bosan ingin teriak


Kalian ingat kan rumus  pantun?

1. Satu bait terdiri dari dari 4 baris
2. Tiap baris terdiri dari 4-5 kata atau 8-12 suku kata
3. Bersajak ABAB
4. Baris 1 dan 2 sampiran, baris 3-4 merupakan is

Perhatikan ketentuan menyusun antologi

1. Pantun akan dibuat antologi bersama karya  kelas 9a, 9b, 9c, dan 9d.
2. Setiap siswa menyusun 3 bait pantun
3. Pantun sesuai dengan rumus yang ditentukan
4. Isi pantun berkaitan dengan  wabah corona
5. Isi harus sopan dan bermanfaat
6. Gunakan bahasa yang baik dan benar.
7. Pantun harus asli bukan contekan atau plagiat.

Gini hari masih nyontek ? Malu sama Allah, orang tua, dan si doi..

Pantun diketik dan dikirim ke email saraswatinelly.ali @gmail.com
dengan subjek   Pantun Corona _Nama_Kelas
Contoh :  Pantun Corona_Izhaq Pirez_9C

Ditunggu paling lambat Sabtu, 11 April 2020 pukul 19.00.

Yuuuk....ditunggu. Jangan sampai kalian menyesal. Sangat rugi,  berhari-hari di rumah  tanpa karya. Torehkan karya selagi sehat dan sempat.

Man jadda wa jadda...

Belajar di Rumah Kelas , 9B, 9C,9D Rabu, 8 April 2020



Belajar di Rumah Kelas , 9B, 9C, 9D Rabu, 8 April 2020

Materi ini ditujukan kelas 9a, 9b, 9c, dan 9d

ANTOLOGI PANTUN

Wabah corona masih menjadi fenomena. Akibatnya, belajar di rumah diperpanjang. Di tengah suasana ini, banyak bermunculan pantun di media sosial. Isi pantun sebagain besar curahan hati (curhat) tentang rasa bosan, beratnya tugas beajar  di rumah, kangen kawan, kangen jalan-jalan atau kangen sekolah. Namun begitu rasa syukur tak boleh dilupakan. Allah masih berikan kesempatan untuk belajar dan berkumpul dengan keluarga.

Nah, sebagai pelaku pembelajaran di rumah, yuk jadilah pelaku sejarah.
Kita buat antologi pantun  bersama-sama kelas 9A, 9B, 9C, dan 9D.

Perhatikan contoh pantun  3 bait berikut !

Warna warni warna pelangi
Indah cemerlang penuh pesona
Negeriku yang dulu berseri
Kini berduka karena corona


Makan sayur dan makan buah
Buah dibeli di pasar baru
Sungguh asyik belajar di rumah
Bebas dari tegur marah guru


Pergi ke Magelang lewat Turi
Turi penghasil buah salak
Belajar on-line berhari-hari
Rasanya bosan ingin teriak


Kalian ingat kan rumus  pantun?

1. Satu bait terdiri dari dari 4 baris
2. Tiap baris terdiri dari 4-5 kata atau 8-12 suku kata
3. Bersajak ABAB
4. Baris 1 dan 2 sampiran, baris 3-4 merupakan isi

Untuk lebih jelas, kalian baca artikel pantun di bawah ini ya..(artikel terlampir)

Perhatikan ketentuan menyusun antologi

1. Pantun gabungan karya kelas 9a, 9b, 9c, dan 9d.
2. Setiap siswa menyusun 3 bait pantun
3. Pantun sesuai dengan rumus yang ditentukan
4. Isi pantun berkaitan dengan  wabah pantun
5. Isi harus sopan dan bermanfaat

Pantun diketik dan dikirim ke email saraswatinelly.ali @gmail.com
dengan subjek   Pantun Corona _Nama_Kelas
Contoh :  Pantun Corona_Izhaq Pirez_9C

Ditunggu paling lambat Sabtu, 11 April 2020 pukul 18.0



Pantun – Pengertian, Jenis-jenis, dan Contoh Pantun

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang masih terkenal sampai sekarang. Teman-teman pun pasti setidaknya pernah mendengar pantun tidak hanya di dalam pelajaran bahasa Indonesia, melainkan juga di acara-acara hiburan adat sampai program hiburan komedi di stasiun televisi. Karena berbagai hal ini pulalah, tidak ada alasan untuk enggan untuk mempelajari pantun dan jenis-jenisnya.

Selain bisa menambah pengetahuanmu dan meningkatkan kemampuan dalam pelajaran, memahami pantun dan jenis-jenisnya dapat membuat kamu semakin kreatif ketika berinteraksi dengan orang lain dan mau memberi hiburan atapun nasihat kepada sahabat-sahabatmu.

Pengertian Pantun
Hemat kata, pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi. Sebelum mengenal apa saja jenis dari pantun, ada baiknya teman-teman memahami dengan baik dulu ciri-ciri dari jenis puisi lama yang satu ini. Tentu saja ini agar kalian dapat dengan mudah mengklasifikasikan sebuah puisi lama itu layak disebut pantun atau tidak. Memahami ciri-ciri pantun juga membuat kalian akan lebih mudah membuat jenis puisi yang satu ini.

Ciri-ciri Pantun

Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.

1. Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris

Jika prosa mengenal ada paragraf untuk tiap rangkaian kalimat yang berada dalam satu gagasan utama, jenis puisi lebih akrab menyebutnya sebagai bait. Tiap bait biasanya berisi untaian kata-kata yang berada dalam satu gagasan dan umumnya mempunyai ciri khas tersendiri bergantung jenis puisinya.
Khusus untuk pantun, puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.

2. 8-12 Suku Kata di Tiap Baris

Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.

3. Memiliki Sampiran dan Isi

Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.
Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.

4. Berima a-b-a-b

Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.
Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.

Jenis-jenis Pantun

Setelah memahami ciri-ciri pantun, kini saatnya teman-teman juga mengenal jenis-jenis pantun yang biasa diujarkan ataupun dituliskan seseorang. Berikut ini adalah jenis-jenis pantun berdasarkan tema isinya.

1. Pantun Nasihat

Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat. Karena itulah, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai berjenis pantun nasihat. Pantun yang satu ini memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.
Contoh
Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua

2. Pantun Jenaka

Sesuai namanya, jenis pantun yang satu ini memang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya. Tidak jarang pula, pantun jenaka digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat yang dikemas dalam bentuk ringan dan jenaka
Contoh
Duduk manis di bibir pantai
Lihat gadis, aduhai tiada dua
Masa muda kebanyakan santai
Sudah renta sulit tertawa

3. Pantun Agama

Jenis pantun yang satu ini memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Akan tetapi, tema di pantun agama lebih spesifik karena memegang nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.
Contoh:
Kalau sudah duduk berdamai
Jangan lagi diajak perang
Kalau sunah sudah dipakai
Jangan lagi dibuang-buang
(Tenas Effendy)

4. Pantun Teka-teki

Jenis pantun yang satu ini selalu memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.
Contoh:
Terendak bentan lalu dibeli
Untuk pakaian, saya turun ke sawah
Kalaulah tuan bijak bestari
Apa binatang kepala di bawah?

5. Pantun Berkasih-kasihan

Sama dengan namanya, isi dari jenis pantun yang satu ini erat kaitannya dengan cinta dan kasih sayang. Umumnya, pantun berkasih-kasihan tenar di kalangan muda-mudi Melayu untuk menyampaikan perasaan mereka kepada kekasih maupun orang yang disukainya.
Contoh:
Jelas sudah muram si duda
Karena kasihnya tiada lagi asa
Tiada detik bias wajah dinda
Hingga lapar tak lagi terasa

6. Pantun Anak

Tidak hanya untuk orang dewasa, pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka.
Contoh:
Kita menari ke luar bilik
Sembarang tari kita tarikan
Kita bernyanyi bersama adik
Sembarang lagi kita nyanyikan
Kontributor:
Teodora Nirmala Fau, S.Hum.
Alumnus Program Studi Bahasa Indonesia UI

Senin, 06 April 2020

Belajar di Rumah Selasa, 7 April 2020 Kelas 9B dan 9D

Belajar di Rumah Selasa, 7 April 2020 Kelas 9B dan 9D


Anak-anak, hari ini kita belajar tentang debat. Hari ini baca dulu materinya. InsyaaAllah bermanfaat untuk kalain baik di SLTA, kuliah maupun dalam kehidupan sosial nanti..

KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Menurut KBBI, Debat adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Ciri-Ciri Debat

Berikut ini ciri-ciri atau karakteristik debat diantaranya yaitu
  • Terdapat 2 sudut pandang yaitu affirmatif atau pro (pihak yang menyetujui topik) dan negatif atau kontra (pihak yang tidak menyetujui topik).
  • Adanya proses saling mempertahankan pendapat antara kedua belah pihak.
  • Adanya adu argumentasi yang bertujuan untuk memperoleh kemenangan.
  • Hasil debat diperoleh melalui voting atau keputusan juri.
  • Sesi tanya jawab bersifat terbatas dan bertujuan untuk menjatuhkan pihak lawan.
  • Adanya pihak yang berperan sebagai penengah yang biasanya dilakukan oleh moderator.

Fungsi dan Manfaat Debat

Adapun fungsi dan manfaat debat diantaranya yaitu:
  • Untuk melatih mental dan keberanian.
  • Untuk meningkatkan kemampuan solutif.
  • Untuk memantapkan pemahaman konsep.
  • Untuk melatih sikap kritis.

Tujuan Debat

Tujuan debat secara umum adalah untuk mendiskusikan atau memutuskan masalah dan perbedaan atas sesuatu hal. Selain itu, tujuan debat diantaranya yaitu:
  • Melatih keberanian mengemukakan pendapat.
  • Melatih mematahkan pendapat lawan.
  • Meningkatkan kemampuan merespon sesuatu masalah.
  • Memantapkan pemahaman konsep seseorang terhadap materi atau pelajaran yang telah diberikan.
  • Melatih seseorang untuk bersikap kritis terhadap semua teori yang sudah diberikan.

Unsur-Unsur Debat

Berikut ini unsur unsur debat diantaranya yaitu:

Mosi

Mosi adalah hal atau topik yang diperdebatkan. Adanya mosi sangat penting karena di dalam sebuah debat terdapat pihak pro dan kontra.

Tim Afirmatif

Tim Afirmatif atau Pihak Pro adalah tim yang setuju terdapat hal yang diperdebatkan (mosi). Debat harus memiliki pihak pro atau pihak afirmatif yang setuju terhadap mosi yang telah diberikan. Pihak pro akan memberikan pidatonya terlebih dahulu mengenai alasan mengapa mendukung pernyataan di dalam mosi.

Pihak Negatif

Pihak Negatif/Kontra atau Oposisi adalah pihak yang tidak setuju atau menentang mosi yang diberikan dan pihak kontra akan menyanggah pernyataan dari pihak afirmatif.

Pihak Netral

Pihak Netral adalah pihak yang memberikan 2 sisi baik dukungan atau pun sanggahan terhadap mosi, maksudnya pihak ini tidak menaruh dukungan dan tidak condong terhadap salah satu pihak.

Moderator

Moderator adalah orang yang memimpin dan membantu jalannya perdebatan. Dalam debat harus ada moderator yang bertugas memimpin dan mengatur jalannya debat. Tata tertib debat, memperkenalkan masing-masing pihak, dan penyampaian mosi akan dilakukan oleh moderator.

Penulis

Penulis atau notulen adalah orang yang menulis kesimpulan suatu debat. Notulen bertugas mencatat hal-hal terkait debat yang sedang berlangsung misalnya mosi debat, pernyataan moderator, penyampaian masing-masing tim atau pihak, dan hasil keputusan akhir.
Lebih lengkapnya, unsur unsur debat terdiri dari:
Materi Debat, yaitu topik utama yang akan dibahas dalam kegiatan debat. Beberapa yang termasuk dalam materi/ tema debat diantaranya:
  • Tema, yaitu ide pokok yang menjadi mosi debat.
  • Tujuan, yaitu untuk mempertahankan pendapat atau argumen masing-masing pihak yang berdebat.
  • Tahapan, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan debat (orientasi, pengumpulan fakta, pembahasan, dan kesimpulan).
  • Tata Tertib, yaitu peraturan yang ditetapkan dalam kegiatan debat.
Personalia Debat, adalah semua pihak yang ikut terlibat di dalam kegiatan debat. Personalia debat terdiri dari:
  • Panitia, yaitu penyelenggara kegiatan debat yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara.
  • Moderator, yaitu pihak yang mengatur proses berlangsungnya kegiatan debat.
  • Pihak Pendukung, yaitu pihak yang mendukung mosi debat.
  • Pihak Penyanggah, yaitu pihak yang tidak setuju dengan pihak pendukung.
  • Juri, yaitu pihak yang menilai proses berjalannya kegiatan debat.
  • Publik, yaitu pihak yang mengikuti jalannya kegiatan debat.
  • Penyedia Dana, yaitu pihak yang menyediakan dana agar kegiatan debat terlaksana.
  • Notulen, yaitu pihak yang bertugas untuk mencatat semua hal yang berhubungan dengan debat seperti mosi debat, pernyataan moderator dan pihak yang berdebat, serta keputusan akhir.
Fasilitas Debat, yaitu semua perlengkapan dan alat yang dibutuhkan agar proses kegiatan debat dapat berjalan dengan baik. Fasilitas debat terdiri dari:
  • Lingkungan
  • Ruangan Debat
  • Sound System
  • Media (Projector/ OHP, sarana dan prasarana)

Jenis Jenis Debat

Berdasarkan bentuk, maksud dan metodenya, debat dibagi menjadi 3 macam, diantaranya yaitu:

Debat Parlementer/Majelis (Assembly or Parlementary Debating)

Adalah debat yang memiliki maksud dan tujuan untuk memberi dan menambahi dukungan bagi suatu undang-undang tertentu dan semua anggota yang ingin menyatakan pandangan dan pendapatnya berbicara mendukung atau menentang usul tersebut setelah mendapat izin dari majelis. Debat ini sering digunakan badan legislatif.

Debat Pemeriksaan Ulangan Untuk Mengetahui Kebenaran Pemeriksaan Terdahulu (Cross-Examination Debating)

Adalah debat yang memiliki maksud dan tujuan untuk mengajukan serangkaian pertanyaan yang satu sama lain berhubungan erat, yang akan menyebabkan individu yang ditanya menunjang posisi yang hendak ditegakkan dan diperkokoh oleh penanya. Biasanya jenis debat ini dikembangkan di kantor pengadilan.

Debat Formal, Konvesional,atau Debat Pendidikan (Formal, Conventional, or Educational Debating)

Adalah debat yang bertujuan untuk memberi kesempatan bagi dua tim pembicara untuk mengemukakan kepada pendengar sejumlah argument yang menunjang atau yang membantah suatu usul. Setiap pihak diberi jangka waktu yang sama bagi pembicara konstruktif dan bantahan.
Debat kompetitif dalam pendidikan tidak seperti debat sebenarnya dalam parlemen, debat kompetitif tidak bertujuan untuk menghasilkan keputusan namun lebih diarahkan untuk mengembangkan kemampuan tertentu di kalangan pesertanya, seperti kemampuan untuk mengutarakan pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang berbeda, dan kemampuan berbahasa asing (apabila debat dilakukan dalam bahasa asing).

Struktur Debat

Struktur atau susunan pelaksanaan debat yang baik, terdiri dari:

Pengenalan

Pada tahap pengenalan, setiap tim (baik tim afirmasi, tim oposisi dan tim netral) memperkenalkan diri.

Penyampaian argumentasi

Pada penyampaian argumentasi ini, setiap tim menyampaikan argumentasi terhadap topik yang dimulai dari tim afirmasi, kemudian tim oposisi dan diakhiri dengan tim netral.

Debat

Pada debat, setiap tim mengomentari setiap argumentasi dari tim lain.

Simpulan

Pada simpulan, setiap tim memberikan ungkapan penutup terhadap pernyataan topik sesuai dengan posisinya.

Keputusan

Keputusan debat diambil dari hasil voting, mosi, resolusi, dan sebagainya. Jenis keputusan ada tiga yaitu keputusan oleh para pendengar atau decision by the audience, keputusan oleh hakim atau decision by judges, dan keputusan dengan kritik atau decision by critique.

Etika Debat

Berikut etika yang harus dimiliki peserta debat diantaranya yaitu:

Bertanya Secara Serius

Ketika bertanya kepada lawan debat harus bersungguh-sungguh, bandingkan paparannya dengan data-data yang memang sudah dihimpun.

Tidak Menyinggung Lawan Debat

Tidak boleh menyinggung lawan debat mengenai kekurangan fisik dalam debat, kondisi yang diutamakan yaitu pertarungan ide gagasan. Untuk itu, jika hendak menyinggung atau menyerang lawan debat dalam debat maka harus menyerang ide gagasannya, bukan fisik dari lawan debat.

Bicara Sesuai Data dan Fakta

Agar dapat mematahkan argumentasi lawan debat, maka harus mengadu argumentasinya dengan data dan fakta. Jangan adu ide gagasan lawan dengan informasi-informasi yang belum jelas.

Patuhi Peraturan Debat

Pada saat melakukan debat dengan pebisnis, teman sekolah atau lainnya harus mematuhi peraturan yang berlaku dalam melaksanakan debat tersebut. Jika melanggar atau tidak mematuhi peraturan pada saat debat, maka akan di diskualifikasi atau hal lainnya.

Tata Cara Teks Debat

Tata cara pelaksanaan debat yang baik yaitu sebagai berikut:
  • Memahami dan menjalankan peraturan debat yang telah disepakati peserta dan anggota debat. Apabila seorang anggota debat melanggar peraturan maka akan berpengaruh pada timnya.
  • Sebaiknya pertanyaan yang diajukan disampaikan dengan profesional, tidak menghina, menguji, maupun merendahkan lawan, pertanyaan juga tidak boleh menyerang lawan secara pribadi tapi fokus ke permasalahan yang sedang dibahas.
  • Ajukan argumen dengan analisis yang kritis, masuk akal, runtut, sintetis, keterampilan retorika (berbicara dan intelijensia (ability to perceive and understand) atau tidak terbata-bata.
  • Dalam menyampaikan gagasan kenali dan pahami kelemahan maupun kelebihan yang dimiliki lawan. Hal ini sangat penting untuk menyusun strategi debat sehingga efektif dalam menyangkal dan mempengaruhi lawan bahkan seluruh peserta debat.
  • Argumen yang disampaikan tidak perlu terlalu banyak karena waktu yang terbatas (batasi argumen maksimal tiga poin). Susun argumen ke dalam poin yang singkat dan lugas yang merujuk langsung ke permasalahan yang sedang didebatkan.
  • Memahami dengan baik mengenai kesalahan dalam berpikir terutama pada penyelesaian masalah. Hal ini juga berfungsi untuk mengetahui kelemahan argumentasi yang diberikan lawan.
  • Menyajikan gagasan yang akurat dan bisa dipertanggungjawabkan, sertakan juga data yang valid yang dapat mendukung argumen atau gagasan.
  • Buatlah kesimpulan yang menunjukkan pernyataan final dengan kalimat yang lugas dan langsung menuju ke titik celah lawan. Penyampaian kesimpulan tidak perlu terlalu panjang cukup poin yang menegaskan argumentasi dan disampaikan secara tegas untuk menunjukkan rasa percaya diri bahwa argumentasi tersebut benar.
Tata cara debat di lingkungan sekolah, diantaranya yaitu:
  • Guru membagi siswa menjadi dua kelompok debat, yaitu pihak satu dan pihak kontra.
  • Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan diperdebatkan kedua kelompok.
  • Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, setelah selesai ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya hingga sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
  • Sembari siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide yang diharapkan.
  • Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkapkan.
  • Dari data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan atau rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.


Demikian artikel pembahasan tentang materi debat semoga bermanfaat.

Minggu, 05 April 2020

Belajar di Rumah Senin 6 April 2020 Kelas 8C



Belajar di Rumah Senin  6 April 2020 Kelas 8C

Asalamualaikum wr wb

Alhamdulillah, semoga kita tetap sehat dan semangat mengisi hari - hari di rumah. Syukuri nikmat sehat dengan tetap berkarya positif di rumah.


A. Agar materi pelajaran tidak lupa yuk, latihan di geschool. Jangan khawatir, soal hanya 12 butur soal pilihan ganda.

B. Puisi tema berpikir positif menghadapi wabah corona . Bagi kalian yang belum mengirim, masih ditunggu yaa. Tolong diketik dan dikirim ke  email   saraswatinelly.ali@gmail.com

Jangan lewatkan.  Jadilah bagian sejarah  untuk menyusun buku antologi puisi..



Ditunggu karya kalian sampai pukul 14.00.


Wassalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh




Belajar di Rumah Senin 6 April 2020 kelas 9A dan Kelas 9C


Belajar di Rumah Senin 6 April 2020 kelas 9A dan Kelas 9C

Pengganti tatap muka

Jam 5-6 Kelas 9c
Jam 8-9 Kelas 9a


Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatu

Alhamdulillah, semoga kita tetap sehat, semangat, dan dalam lindungan Allah swt. Sehat adalah nikmat Allah yang luar biasa. Kita syukuri dengan tetap beraktivitas positif di rumah saja.

Apa kegiatan Senin hari ini ?

a. Sekedar mengingatkan, untuk kalian yang belum memosting video pendek tema corona, masih ditunggu ya,,

b. Membuat puisi inspiratif tema menghadapi wabah corona dengan jiwa positif, untuk 9c silakan disusun, untuk 9a yang belum masih ditunggu ya..

Untukm puisi buat yang sebaik-baiknya. Karya kalian kelak bisa disusun jadi buku antologi puisi. Jadilah bagian sejarah...

Kirim ke  saraswatinelly.ali@gmail.com

c. Latihan soal di geschool agar  materi pelajaran tidak hilang begitu saja. Jangan khawatir, soal cuman 12 butir soal pilihan ganda.


Baik ditunggu karya kalian sampai pukul 14.00 siang ini ya...

Wassalamualaikum arahmatullahi wabarakatu




Jumat, 03 April 2020

Belajar di Rumah Sabtu, 4 April 2020


 Bismillahirrahmanirrahiim

Belajar di Rumah Sabtu ,  4April 2020
Pengganti tatap muka
1. Jam 3-4 Kelas 8d
2. Jam 7-8  kelas 8c

Melanjutkan pertemuan Jumat, 3 April 2020 tentang menulis kreatif puisi.

Peserta didik yang belum menyelesaikan dan mengirim puisi, perhatikan lagi ya...

Puisi merupakan sarana untuk mengekspresikan perasaan tentang kejadian di  lingkungan dan  fenomena yang terjadi di sekitar kita.

Adanya wabah corona yang melanda dunia dan Indonesia membuat anak mesti belajar di rumah. Kesehatan pun mesti dijaga. Imbauan untuk menjaga jarak dan menghindari kerumunan mesti dipatuhi. Jangan lupa berdoa kepada Allah agar wabah corona segera berlalu dari bumi pertiwi.

Sehubungan fenomena itu, buatlah puisi hasil ekspresi diri tentang wabah corona. (bukan mencontek)

1. Puisi minimal 3 bait, boleh lebih.
2. Tuliskan judul dan namamu
3. Kirimkan ke guru mapel

Diketik di HP atau komputer dan kirim ke

 email:   saraswatinelly.ali@gmail.com

Kerjakan hari ini ya... 

Terima kasih.

Ramadhan di Rumah, Selasa, 12 Mei 2020 Kelas 9a,b, c, dan d

Ramadhan di Rumah, Selasa, 12 Mei 2020 Kelas  9a,b, c, dan d لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ  Bacalah materi berjud...